Halia (Zingeber officinale) adalah tumbuhan liar di ladang-ladang yang mempunyai kadar tanah agak basah (lembab) dan banyak memperoleh sinar matahari. Halia termasuk jenis tumbuhan herba menahun. Ciri-ciri tumbuhan ini antara lain mempunyai batang tegak, bearakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Sedang besar kecilnya rimpang tumbuhan halia sangat ditentukan oleh varitasnya. Rimpang halia berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan mempunyai
warna coklat dengan aroma khas. Bentuk daunnya berbentuk bulat panjang dan tidak begitu lebar. Bunganya berbentuk malai dan mempunyai 2 kelamin serta mempunyai 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga Halia muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Halia merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam pada daratan rendah sampai daaran tinggi (1500 meter di atas permukaan laut). Halia berbatang basah dan diduga berasal dari RRC dan India. Halia dapat mencapai ketinggian berkisar 0,75-1 meter.
Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA :
Zat-zat yang terdapat pada halia (Zingeber officinale) terutama rimpangnya, antara lain mengandung minyak atsiri, damar, mineral, sineol, fellandren, kamfer, borneo, zingiberin, zingiberol, gingerol, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A dan protein.
KANDUNGAN KIMIA :
Zat-zat yang terdapat pada halia (Zingeber officinale) terutama rimpangnya, antara lain mengandung minyak atsiri, damar, mineral, sineol, fellandren, kamfer, borneo, zingiberin, zingiberol, gingerol, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A dan protein.
Nama Lokal :
Ginger (Inggris), Halia (Indonesia), Jae (Jawa), Jahe(Sunda); Jae, Jahya (Bali), Sipodeh (Minang), Melito (Gorontalo); Jhai (Madura), Lia (Flores), Goraka (Ternate), Late (Timor)
Ginger (Inggris), Halia (Indonesia), Jae (Jawa), Jahe(Sunda); Jae, Jahya (Bali), Sipodeh (Minang), Melito (Gorontalo); Jhai (Madura), Lia (Flores), Goraka (Ternate), Late (Timor)
Penyakit
Yang Dapat Diobati :
Reumatik/Encok, Impoten, Keracunan udang, Pegal, Batuk; Sakit pinggang, Sakit Kepala, Mencret dan muntah-muntah
Reumatik/Encok, Impoten, Keracunan udang, Pegal, Batuk; Sakit pinggang, Sakit Kepala, Mencret dan muntah-muntah
Pemanfaatan
:
1. Reumatik dan Encok
a. Bahan: rimpang umbi
halia secukupnya
Cara membuat:
dibakar, kemudian dicuci bersih dan diparut
Cara menggunakan:
ditempelkan pada bagian yang sakit dan
dilakukan secara
teratur sampai sembuh.
b. Bahan: 4 rimpang umbi
halia sebesar ibu jari, 2 rimpang umbi
lengkuas sebesar ibu
jari dan 2 sendok makan buah cengkeh
kering.
Cara membuat: semua
bahan tersebut ditumbuk halus dan
ditambah dengan 2-3 sendok
makan air tajin.
Cara menggunakan:
dioleskan sebagai obat gosok pada bagian
yang sakit dan
dilakukan 3-5 hari secara berturut-turut.
2. Mencegah Impoten
Bahan: 2 rimpang umbi
halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1
butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk
kopi, 1 sendok
makan kecap, 1 sendok
makan madu, dan seujung sendok teh
bubuk merica.
Cara membuat: umbi
halia diparut dan diperas dengan 1 gelas air
masak, kemudian
disaring; jeruk nipis dibelah dan diperas untuk
diambil airnya; telur
ayam mentah dipecah dan diambil kuningnya;
kemudian dioplos dengan
semua bahan lainnya dan diaduk sampai
merata.
Cara menggunakan:
diminum 1 kali seminggu dilakukan secara
teratur
3. Keracunan Udang
Bahan: 3-7 rimpang halia
sebesar ibu jari dan minyak tanah.
Cara membuat: umbi halia
diparut dan ditambah minyak tanah
secukupnya.
Cara menggunakan:
dioleskan pada bagian badan yang terasa gatal.
4. Sakit Pinggang dan keseleo
Bahan: 4-8 rimpang umbi
halia sebesar ibu jari dan buah asam jawa
yang sudah masak
secukupnya.
Cara membuat: umbi halia
diparut dan campur dengan buah asam
jawa sampai merata.
Cara menggunakan:
dioleskan (bobok) pada bagian badan yang
terasa sakit.
5. Capai dan Pegal-pegal
a. Bahan: 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan
susu perah
secukupnya.
Cara membuat: umbi halia dibakar dan dibersihkan, kemudian
direbus bersama
dengan susu perah.
Cara
menggunakan: diminum biasa.
b. Bahan: 2 rimpang umbi
halia sebesar ibu jari, 1 rimpang kencur
sebesar ibu jari, 1
ikat daun kemangi, 1 genggam beras yang
sudah direndam air
dan sedikit garam dapur.
Cara membuat: semua
bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis)
bersama-sama.
Cara menggunakan:
dioleskan sebagai param.
c. Bahan: 3 rimpang umbi
halia sebesar ibu jari, tepung terigu
secukupnya, dan 1
potong asam jawa yang sudah masak.
Cara membuat: umbi
halia diparut, kemudian ditambah tepung
terigu dan asam jawa
untuk dibuat adonan dengan ditambah air
hangat secukupnya.
Cara menggunakan:
dioleskaskan sebagai param.
6. Sakit Kepala
Bahan: 2-3 lbar daun
halia;
Cara membuat: ditumbuk
halus dan ditambah sedikit air.
Cara menggunakan:
digunakan sebagai kompres dahi. Sakit
Pinggang dan keseleo.
7. Batuk
a. Bahan: 2-3 rimpang
umbi halia sebesar ibu jari.
Cara membuat: direbus
dengan 2 gelas air sampai mendidih
hingga tinggal 1
gelas.
Cara menggunakan:
diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.
b. Bahan: 3-4 rimpang
umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis,
1 sendok teh kayu
putih.
Cara membuat: umbi halia diparut, jeruk nipis
dibakar dan diperas
untuk diambil airnya,
kemudian semua bahan tersebut dicampur
dan diremas-remas.
Cara menggunakan:
dioleskan pada bagian dada anak balita yang
sakit pada pagi dan
sore hari setelah mandi atau menjelang tidur.
8. Mencret dan Muntah-muntah.
a. Bahan: rimpang umbi
halia secukupnya, bunga dan buah pala
secukupnya, jintan
putih secukupnya, 1 gelas santan kelapa, 1
sendok the minyak
kayu putih.
b. Cara membuat: semua
bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis),
kemudian dicampur
dengan santan kelapa dan minyak kayu putih
sampai merata.
No comments:
Post a Comment