Mengakui Kesalahan Lebih Dihargai daripada Pura-Pura Sempurna
Rasanya memang tak ada orang yang ingin disalahkan. Pun tak ada yang
mau sampai membuat kesalahan. Kita semua akan selalu berusaha untuk
melakukan yang terbaik dan memastikan semuanya berjalan sempurna.
Hanya
saja kadang kita lebih termakan ego dan gengsi. Kita terlalu gengsi
untuk minta maaf saat berbuat salah. Terlalu malu untuk mengakui diri
ini punya kesalahan. Padahal orang lain bisa lebih menghargai kita bila
kita mau mengakui kesalahan daripada hanya pura-pura sempurna.
Belajar Mengakui Kesalahan Belajar untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Karena
tahu dan mengaku diri ini salah, dari situ kita belajar untuk menjadi
pribadi yang lebih baik. Kita tak bisa memakai topeng dan pura-pura jadi
pribadi yang paling sempurna. Padahal dalam kenyataannya kita punya
banyak sekali kesalahan dan kekurangan dalam diri. Kita belajar untuk
terbuka dan jujur dengan mengakui kelemahan dan kekurangan yang ada.
Bukannya malah menjadi orang yang "palsu" dan mengaku-ngaku yang paling
baik di antara semua.
Kesalahan Membuat Kita Ingat untuk Selalu Rendah Hati
Jangan
sampai kita jadi orang yang paling sombong dan sok di depan
orang-orang. Karena membuat kesalahan, kita kembali diingatkan kalau
kita perlu menjadi manusia yang tetap rendah hati. Mengendalikan ego dan
emosi dengan lebih baik lagi. Bukannya malah merasa paling benar dan
membuat hidup orang lain menderita.
Karena Berbuat Salah, Kita Lebih Memahami Arti Bersyukur
Karena
jatuh, kita lebih menghargai kaki yang sehat dan bisa melangkah. Karena
kita tahu sesaknya menangis dan air mata, kita belajar untuk lebih
menghargai saat-saat bahagia. Dan dari berbuat salah kita akan lebih
memahami arti bersyukur. Bersyukur karena ternyata kita masih diingatkan
untuk berhati-hati melangkah. Bersyukur karena ternyata kita diberitahu
rambu-rambu agar tak mengulangi kesalahan yang sama atau jatuh di
lubang yang sama. Sehingga kita akan menjadi pribadi yang lebih bijak
dan dewasa lagi ke depannya.
Pura-Pura Sempurna Itu Lama Kelamaan Bakal Bikin Kita Capek
Saat
kita pura-pura sempurna, sungguh kita hanya akan menuntut lebih banyak
hal dari diri sendiri. Kita membebani diri dengan hal-hal yang
semestinya kita lakukan. Lama kelamaan ini akan membuat kita capek
sendiri. Kita jadi kehilangan karakter dan kepribadian kita yang
sebenarnya. Orang-orang pun bisa merasa tak nyaman berada di dekat kita.
Ah,
pada dasarnya kita semua makhluk yang tak pernah lepas dari salah. Di
tempat kerja, dalam hubungan asmara dan kerja, hingga hal-hal yang
berhubungan dengan orang-orang terdekat kita, kita pasti pernah
melakukan kesalahan. Memang mengakui kesalahan itu jauh lebih berat tapi
dari situ kita justru akan belajar lebih banyak hal lagi.
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Wednesday, February 15, 2017
Meski Luka di Hati Menganga, Jangan Lupa Untuk Tetap Bahagia
Tak perlu sedih dan kecewa teramat dalam jika saat ini hatimu sedang
terluka. Adanya luka itu biasa. Setiap orang pasti pernah merasa
terluka. Luka itu bahkan bisa menjadi jalan baru agar kamu menemukan
bahagia. Adanya luka bisa menjadi cara agar kamu menjadi pribadi yang
lebih kuat, lebih mengesankan dan mempesona. Masih tak percaya jika luka
adalah jalan menuju bahagia? Semakin banyak kamu merasa terluka, sadar atau tidak akan semakin pandai dan semakin siap buatmu menjalani setiap kehidupan yang ada. Luka bahkan secara tidak langsung mengajarkan untuk menjadi manusia yang lebih berhati-hati ke depannya. Percuma menyesali hidup yang telah terlanjur terluka. Kamu berhak bahagia. Kamu berhak menikmati sisa hidupmu dengan lebih bijaksana, lebih bersabar dan lapang dada.
Menyoal Luka, Pasti Ada Sebabnya
Tidak
ada luka di hati yang terjadi tanpa sebab. Pasti ada sebab kenapa luka
bisa terjadi. Ketika kita telah tahu apa yang menyebabkan luka di hati
kita, kemungkinan besar kita akan semakin paham mengenai luka tersebut
dan mengendalikannya dengan bijak. Sebab luka bisa datang dari sendiri
atau juga orang lain.
Tapi, jangan menyalahkan orang lain jika hatimu terluka. Menyalahkan
orang lain justru akan membuat hatimu semakin kecewa, semakin terluka,
dan semakin tak karuan rasanya. Salahkan saja dirimu sendiri dan
perlahan cobalah untuk memaafkannya. Dibandingkan memaafkan orang lain,
memaafkan diri sendiri akan lebih mudah dan menjadikanmu semakin kuat.
Boleh Saja Terluka, Hanya saja Jangan Terlalu Larut di Dalamnya
Jangan
terlalu larut di dalam luka hati yang sedang menganga. Berlarut-larut
dalam luka, rasa kecewa dan kesedihan justru akan membuatmu semakin
frustasi, semakin terluka dan semakin hancur berantakan. Sibukkan diri
dengan berbagai kegiatan positif yang bisa membuatmu menemukan
kebahagiaan lagi.
Gunakan hari-harimu yang kamu anggap penuh luka untuk lebih dekat dengan
sang pencipta. Mendekatkan diri kepada sang pemilik hati dan cinta
adalah cara termudah dan terbaik membuang semua luka di hati.
Mendekatkan diri padaNya tak hanya akan membuatmu lebih bahagia dan
sembuh dari luka tetapi juga akan membuatmu lebih bisa menerima
segalanya dengan perasaan penuh cinta yang menenangkan.
Apa yang Kita Rasa, Percayalah Semua Telah Direncanakan OlehNya
Percayalah
bahwa semua yang kita tasa telah direncanakan olehNya. Dan rencanaNya
pasti lebih indah dari semua rencana yang telah kita buat. Dia Maha Tahu
apa yang terbaik buat kita. Dia Maha Tahu apa yang bisa membuat kita
bahagia. Kita tak diberi sesuatu yang kita inginkan melainkan sesuatu
yang kita butuhkan.
Selama kita percaya telah ada penentu dan
perencana segalanya, tak ada asalan lagi bagi kita untuk terus menerus
merasa terluka. Kita patut bahagia dan melangkah maju ke depan dengan
lebih baik, lebih siap serta lebih kuat. Siap melangkah dengan perasaan
bahagia dan tenang menjamin kita menemukan sesuatu yang lebih indah dan
membahagiakan di depan sana.
Dari luka, kita bisa belajar banyak hal dan berhati-hati agar tak
terluka lagi nantinya. Jika kamu adalah seseorang yang terluka saat ini,
yakinkan hatimu untuk tetap bahagia. Jangan lupa untuk tetap terus
menebar senyum kepada orang-orang terdekat dan sekitarmu. Senyummu
adalah kunci utama untuk menggapai bahagia yang lebih sempurna.
Merasa
ujianmu berat, merasa luka hatimu menyayat-nyayat, percayalah hal itu
adalah cara Tuhan membuatmu lebih dekat denganNya. Itulah caraNya untuk
membuatmu bisa terus tumbuh serta berkembang menjadi pribadi yang lebih
kuat.
Lupakan Mantan
Melupakan Mantan Memang Menyakitkan, Ini Cara Mudah Melakukannya
Masih sering galau karena mantan? Masih sangat sulit buat melepas kepergian mantan yang telah memporak porandakan isi hati? Emmm, yang namanya mantan terkadang memang bikin ribet, pusing, bingung bahkan uringan-uringan. Apalagi, jika si mantan masih menjadi sosok yang begitu diimpikan, sosok yang diinginkan dan sosok yang kita anggap sebagai sosok terbaik di hidup ini. Sayangnya, tidak semua mantan bisa kembali mengisi hari-hari kita. Sayangnya, tidak jarang sosok mantan sama sekali tak ingin lagi kembali menemani setiap moment suka duka yang kita rasa. Bukan karena apa-apa, karena sang mantan ternyata telah menemukan sosok lain di luar sana yang membuatnya lebih berharga, lebih nyaman dan lebih terjaga. Jadi masih ingin terus mengenang mantan, gagal move on dan larut dalam kesedihan karena tak bisa bangkit dari bayangan mantan?
Melupakan mantan dan membuka hati untuk sosok lain memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hanya saja, jika kita benar-benar yakin bisa melakukannya dan pasrah karena mantan telah menjadi milik orang lain, percayalah bahwa perlahan sosok mantan hanya akan jadi kenangan, hanya jadi masa lalu dan bukan masa depan. Bila kamu yang ingin melupakan mantan yang telah menyakitimu, berikut cara mudah untuk melakukannya.
Jangan Berusaha Melupakannya, Biarkan Sosoknya Dilupakan Dengan Sendirinya
Usahakan
untuk tidak berusaha melupakan sang mantan. Semakin kamu berusaha
melupakannya, maka semakin kuat ingatanmu akan sosoknya. Semakin kamu
berusaha tidak menyebut namanya, tanpa kamu sadari kamu justru semakin
banyak memanggil-manggil kenangan akan dirinya. Jalani hari yang ada
dengan santai dan tanpa beban juga pikiran tentang mantan.
Biarlah masa lalu bersama mantan menjadi masa lalu. Biarkan status mantan tetap melekat padanya. Biarkan ia tetap ada, tetap hidup menjadi seseorang biasa. Semuanya akan perlahan menjadi biasa saja. Hambar. Dan hanya sebatas sebuah hal yang pernah terjadi. Sebuah hubungan yang pernah dijalani. Secara perlahan tapi pasti, mantan hanya ada sebatas sebagai kenangan dan bukan tujuan masa depan.
Ingin Tahu Kabar Mantan Boleh, Tapi Jangan Terlalu Kepo
Sekedar ingin tahu kabar mantan boleh-boleh saja. Hanya saja, jangan terlalu kepo dengan mengecek setiap postingannya di media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, Path, BBM atau lainnya. Jika memang kamu dan mantan berteman di akun sosial, biarkan akun sosial ini berfungsi sebagai mana mestinya.
Memang, tidak mudah untuk tidak kepo terhadap keseharian dan kabar mantan. Hanya saja ingat lagi dan pikir kembali pakai logika, mantan yang telah menyakitimu, membuatmu terluka dan mengecewakanmu, masih pantaskah ia terus hadir di pikiranmu sementara ia tak pernah ingin hadir? kamu dan mantan wajib hidup lebih bahagia ke depannya meski sudah tak lagi bersama. Ingat, kamu wajib bahagia meski tanpa mantan di sisimu.
Maafkan Diri Sendiri, Jangan Menyesal & Ingat Lagi Dia Pernah Menyakitimu
Cobalah untuk memaafkan dirimu sendiri. Apapun alasan kamu dan mantan putus, siapa yang memutuskan dan siapa yang salah atas keputusan tersebut, terimalah dengan hati sabar dan ikhlas. Maafkan dirimu yang tidak bisa menjaga hubungan kalian. Jangan pernah menyesal terlalu larut. Semakin kamu menyalahkan dirimu sendiri, menyesal dan tak rela dengan perpisahan bersama mantan justru akan membuatmu semakin jatuh, terpuruk dan memprihatinkan.
Ingat lagi bahwa mantan pernah menyakitimu. Ingat-ingat lagi apa yang membuatmu memang sebaiknya putus dengannya. Percayalah, jodoh adalah cerminan dari dirimu sendiri. Jika kamu dan mantan tak bisa bersama, bisa saja kamu tak pantas untuknya, atau dia yang memang tidak pantas untukmu. Percayalah ada sosok lain yang telah dituliskan sang khalik untukmu di buku cintaNya.
Cari Suasana Baru & Jatuh Cinta Lagi
Cari suasana baru dengan menyibukkan diri dalam berbagai aktivitas positif. Berbaurlah dengan lebih banyak orang, lebih banyak teman dan lebih banyak kerabat. Dengan menyibukkan diri dan mencari suasana baru, siapa tahu kamu bisa mendapatkan cinta yang baru. Siapa tahu kamu bisa jatuh cinta lagi dan menatap masa depan lebih mantap serta bahagia dengan sosok yang baru.
Tak perlu terus menerus hidup di kenangan lama. Kamu boleh kok membuang barang-barang mantan atau mengembalikannya padanya. Susun kembali hidup kamu dengan barang-barang baru, sehingga kamu tidak lagi mengingat kenangan bersamanya.
Single bukan berarti harus selalu bersedih dan merasa bahwa dirimu sedang lemah. Single hanyalah sebuah status, sebuah proses di mana pada akhirnya kamu akan menemukan pasangan baru. Tak perlu malu, tak perlu bersedih. Nikmati kelebihan menjadi single dan tunjukkan bahwa kamu bisa berbahagia dengan statusmu saat ini. Cepat atau lambat, kamu pasti akan bertemu dengan sosok yang paling tepat.
Well, sudah siap buat melupakan mantan dan menemukan cinta yang baru?
Masih sering galau karena mantan? Masih sangat sulit buat melepas kepergian mantan yang telah memporak porandakan isi hati? Emmm, yang namanya mantan terkadang memang bikin ribet, pusing, bingung bahkan uringan-uringan. Apalagi, jika si mantan masih menjadi sosok yang begitu diimpikan, sosok yang diinginkan dan sosok yang kita anggap sebagai sosok terbaik di hidup ini. Sayangnya, tidak semua mantan bisa kembali mengisi hari-hari kita. Sayangnya, tidak jarang sosok mantan sama sekali tak ingin lagi kembali menemani setiap moment suka duka yang kita rasa. Bukan karena apa-apa, karena sang mantan ternyata telah menemukan sosok lain di luar sana yang membuatnya lebih berharga, lebih nyaman dan lebih terjaga. Jadi masih ingin terus mengenang mantan, gagal move on dan larut dalam kesedihan karena tak bisa bangkit dari bayangan mantan?
Melupakan mantan dan membuka hati untuk sosok lain memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hanya saja, jika kita benar-benar yakin bisa melakukannya dan pasrah karena mantan telah menjadi milik orang lain, percayalah bahwa perlahan sosok mantan hanya akan jadi kenangan, hanya jadi masa lalu dan bukan masa depan. Bila kamu yang ingin melupakan mantan yang telah menyakitimu, berikut cara mudah untuk melakukannya.
Jangan Berusaha Melupakannya, Biarkan Sosoknya Dilupakan Dengan Sendirinya
Usahakan
untuk tidak berusaha melupakan sang mantan. Semakin kamu berusaha
melupakannya, maka semakin kuat ingatanmu akan sosoknya. Semakin kamu
berusaha tidak menyebut namanya, tanpa kamu sadari kamu justru semakin
banyak memanggil-manggil kenangan akan dirinya. Jalani hari yang ada
dengan santai dan tanpa beban juga pikiran tentang mantan.Biarlah masa lalu bersama mantan menjadi masa lalu. Biarkan status mantan tetap melekat padanya. Biarkan ia tetap ada, tetap hidup menjadi seseorang biasa. Semuanya akan perlahan menjadi biasa saja. Hambar. Dan hanya sebatas sebuah hal yang pernah terjadi. Sebuah hubungan yang pernah dijalani. Secara perlahan tapi pasti, mantan hanya ada sebatas sebagai kenangan dan bukan tujuan masa depan.
Ingin Tahu Kabar Mantan Boleh, Tapi Jangan Terlalu Kepo
Sekedar ingin tahu kabar mantan boleh-boleh saja. Hanya saja, jangan terlalu kepo dengan mengecek setiap postingannya di media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, Path, BBM atau lainnya. Jika memang kamu dan mantan berteman di akun sosial, biarkan akun sosial ini berfungsi sebagai mana mestinya.
Memang, tidak mudah untuk tidak kepo terhadap keseharian dan kabar mantan. Hanya saja ingat lagi dan pikir kembali pakai logika, mantan yang telah menyakitimu, membuatmu terluka dan mengecewakanmu, masih pantaskah ia terus hadir di pikiranmu sementara ia tak pernah ingin hadir? kamu dan mantan wajib hidup lebih bahagia ke depannya meski sudah tak lagi bersama. Ingat, kamu wajib bahagia meski tanpa mantan di sisimu.
Maafkan Diri Sendiri, Jangan Menyesal & Ingat Lagi Dia Pernah Menyakitimu
Cobalah untuk memaafkan dirimu sendiri. Apapun alasan kamu dan mantan putus, siapa yang memutuskan dan siapa yang salah atas keputusan tersebut, terimalah dengan hati sabar dan ikhlas. Maafkan dirimu yang tidak bisa menjaga hubungan kalian. Jangan pernah menyesal terlalu larut. Semakin kamu menyalahkan dirimu sendiri, menyesal dan tak rela dengan perpisahan bersama mantan justru akan membuatmu semakin jatuh, terpuruk dan memprihatinkan.
Ingat lagi bahwa mantan pernah menyakitimu. Ingat-ingat lagi apa yang membuatmu memang sebaiknya putus dengannya. Percayalah, jodoh adalah cerminan dari dirimu sendiri. Jika kamu dan mantan tak bisa bersama, bisa saja kamu tak pantas untuknya, atau dia yang memang tidak pantas untukmu. Percayalah ada sosok lain yang telah dituliskan sang khalik untukmu di buku cintaNya.
Cari Suasana Baru & Jatuh Cinta Lagi
Cari suasana baru dengan menyibukkan diri dalam berbagai aktivitas positif. Berbaurlah dengan lebih banyak orang, lebih banyak teman dan lebih banyak kerabat. Dengan menyibukkan diri dan mencari suasana baru, siapa tahu kamu bisa mendapatkan cinta yang baru. Siapa tahu kamu bisa jatuh cinta lagi dan menatap masa depan lebih mantap serta bahagia dengan sosok yang baru.
Tak perlu terus menerus hidup di kenangan lama. Kamu boleh kok membuang barang-barang mantan atau mengembalikannya padanya. Susun kembali hidup kamu dengan barang-barang baru, sehingga kamu tidak lagi mengingat kenangan bersamanya.
Single bukan berarti harus selalu bersedih dan merasa bahwa dirimu sedang lemah. Single hanyalah sebuah status, sebuah proses di mana pada akhirnya kamu akan menemukan pasangan baru. Tak perlu malu, tak perlu bersedih. Nikmati kelebihan menjadi single dan tunjukkan bahwa kamu bisa berbahagia dengan statusmu saat ini. Cepat atau lambat, kamu pasti akan bertemu dengan sosok yang paling tepat.
Well, sudah siap buat melupakan mantan dan menemukan cinta yang baru?
Hidup Adalah Sandiwara
Hidup Adalah Sandiwara Yang Sebenarnya (Dan Kita Lah Pemerannya)
Sering kita menjumpai kisah nyata yang dialami seseorang, sedemikian unik dan di luar nilai – nilai kewajaran yang selama ini didengar atau dialami. Tak jarang kisah hidup ini layaknya sebuah alur kisah drama atau sandiwara.
Setiap manusia bisa dipastikan pernah mengalami tahapan jatuh bangun dalam kehidupannya. Segala drama kehidupan yang dialami, seolah keluar dari ‘rel’ yang telah dipersiapkan dengan segala rencana dan doa yang tersemat padanya. Hingga saat Sang Kuasa berkehendak, semua yang telah direncanakan bukan saja tak tercapai, namun justru malah menghadirkan kisah-kisah miris.
Hidup memang tak ubahnya dengan drama, seperti yang tertuang dalam kutipan ini:
“Drama sebenarnya tak sekedar hadir begitu saja ke dalam hidup setiap manusia. Melainkan karena sengaja atau tak sengaja manusia telah menciptakannya, mengundangnya hingga ‘dia’ datang, atau hanya karena seorang manusia bersentuhan dengan salah satu penyebabnya.”
Drama memang akhirnya selalu terjadi dalam kehidupan setiap manusia. Hanya karena kebanyakan alur dan tema drama yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan atau justru karena berkebalikan dengan harapan, maka manusia seolah menolak fakta bahwa hidup memang begini adanya. Manusia kerap menganggapnya sebagai sebuah drama yang tak dikehendakinya, bukan sebagai jalan cerita yang memang harus dijalaninya apa adanya.
Salah satu drama yang banyak terjadi salah satunya adalah dalam kehidupan berumah tangga. Drama terbesar dalam kehidupan berumah tangga adalah terjadinya perceraian. Terlebih jika melibatkan peran – peran tambahan di dalamnya yang sedikit banyak memberikan andil terjadinya perceraian tersebut. Maka semakin yakin lah apa yang terjadi mirip drama di televisi. Padahal jika menengok ke belakang, saat perjalanan hidup membawanya menemukan pasangan, sebenarnya juga merupakan bagian dari kisah drama yang terjalin menjadi sebuah cerita yang utuh. Karena sejatinya, sejak manusia dilahirkan, dia sudah memiliki peran sendiri untuk dimainkan dalam ‘panggung sandiwara’ nyata kehidupannya.
Semakin mengenal dan dipertemukan dengan orang – orang yang memiliki permasalahan dalam kehidupan rumah tangganya, semakin wajar saja jika mendengar kisah hidup manusia di dunia yang seolah-olah ‘mirip’ dengan alur kisah sebuah drama. Dari kisah yang sederhana,hingga yang rumit bak telenovela atau menggemaskan dan lucu menggelikan seperti film India, bahkan yang horor menegangkan seolah film suspense karya sineas Amerika. Sepertinya kisah yang saya dengar akan lebih banyak lagi di masa – masa mendatang, seiring dengan semakin seringnya terlibat di dalam komunitas para orang tua tunggal yang semakin hari semakin banyak saja jumlahnya. Namun hal ini adalah berkah dan kesempatan untuk belajar. Dan belajar dari pengalaman diri sendiri maupun berkaca pada pengalaman orang lain, adalah guru terbaik walau tak sempurna.
Segala yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi adalah rangkaian kejadian yang telah disusun oleh Sang Maha Sutradara. Manusia hanya berhak berusaha merencanakan, berimprovisasi menjalankan peran sebaik-baiknya, namun pengatur laku, penentu naskah dan pengarah gaya yang sebenarnya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi, mari jalani drama kehidupan ini sesuai dengan apa yang digariskannya.
Sering kita menjumpai kisah nyata yang dialami seseorang, sedemikian unik dan di luar nilai – nilai kewajaran yang selama ini didengar atau dialami. Tak jarang kisah hidup ini layaknya sebuah alur kisah drama atau sandiwara.
Setiap manusia bisa dipastikan pernah mengalami tahapan jatuh bangun dalam kehidupannya. Segala drama kehidupan yang dialami, seolah keluar dari ‘rel’ yang telah dipersiapkan dengan segala rencana dan doa yang tersemat padanya. Hingga saat Sang Kuasa berkehendak, semua yang telah direncanakan bukan saja tak tercapai, namun justru malah menghadirkan kisah-kisah miris.
Hidup memang tak ubahnya dengan drama, seperti yang tertuang dalam kutipan ini:
“Drama sebenarnya tak sekedar hadir begitu saja ke dalam hidup setiap manusia. Melainkan karena sengaja atau tak sengaja manusia telah menciptakannya, mengundangnya hingga ‘dia’ datang, atau hanya karena seorang manusia bersentuhan dengan salah satu penyebabnya.”
Drama memang akhirnya selalu terjadi dalam kehidupan setiap manusia. Hanya karena kebanyakan alur dan tema drama yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan atau justru karena berkebalikan dengan harapan, maka manusia seolah menolak fakta bahwa hidup memang begini adanya. Manusia kerap menganggapnya sebagai sebuah drama yang tak dikehendakinya, bukan sebagai jalan cerita yang memang harus dijalaninya apa adanya.
Salah satu drama yang banyak terjadi salah satunya adalah dalam kehidupan berumah tangga. Drama terbesar dalam kehidupan berumah tangga adalah terjadinya perceraian. Terlebih jika melibatkan peran – peran tambahan di dalamnya yang sedikit banyak memberikan andil terjadinya perceraian tersebut. Maka semakin yakin lah apa yang terjadi mirip drama di televisi. Padahal jika menengok ke belakang, saat perjalanan hidup membawanya menemukan pasangan, sebenarnya juga merupakan bagian dari kisah drama yang terjalin menjadi sebuah cerita yang utuh. Karena sejatinya, sejak manusia dilahirkan, dia sudah memiliki peran sendiri untuk dimainkan dalam ‘panggung sandiwara’ nyata kehidupannya.
Semakin mengenal dan dipertemukan dengan orang – orang yang memiliki permasalahan dalam kehidupan rumah tangganya, semakin wajar saja jika mendengar kisah hidup manusia di dunia yang seolah-olah ‘mirip’ dengan alur kisah sebuah drama. Dari kisah yang sederhana,hingga yang rumit bak telenovela atau menggemaskan dan lucu menggelikan seperti film India, bahkan yang horor menegangkan seolah film suspense karya sineas Amerika. Sepertinya kisah yang saya dengar akan lebih banyak lagi di masa – masa mendatang, seiring dengan semakin seringnya terlibat di dalam komunitas para orang tua tunggal yang semakin hari semakin banyak saja jumlahnya. Namun hal ini adalah berkah dan kesempatan untuk belajar. Dan belajar dari pengalaman diri sendiri maupun berkaca pada pengalaman orang lain, adalah guru terbaik walau tak sempurna.
Segala yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi adalah rangkaian kejadian yang telah disusun oleh Sang Maha Sutradara. Manusia hanya berhak berusaha merencanakan, berimprovisasi menjalankan peran sebaik-baiknya, namun pengatur laku, penentu naskah dan pengarah gaya yang sebenarnya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi, mari jalani drama kehidupan ini sesuai dengan apa yang digariskannya.
Sahabat Sempurna
Sahabat Sempurna Bukan yang Tak Pernah Salah, Tapi Mau Minta Maaf
Dalam sebuah ikatan persahabatan, kita perlu menerima semua kelebihan dan kekurangan sahabat kita. Tak bisa kita menuntutnya untuk berubah atau menjadi sosok yang kita inginkan. Tak mungkin juga kita selalu menghakimi kepribadiannya.
Sahabat yang sempurna bukanlah yang tak pernah berbuat salah. Melainkan ia yang mau minta maaf kalau jelas-jelas berbuat salah. Tak egois dan maunya menang sendiri. Bagaimana pun manusia tak pernah luput dari yang namanya salah dan lupa.
Mengakui Kesalahan Bukan Tanda Kelemahan
Sebenarnya tak perlu malu untuk mengakui kesalahan. Kesalahan pun bukan tanda kelemahan. Hanya memang ada hal yang perlu diperbaiki dari kesalahan tersebut. Sahabat terbaik pun tak akan malu atau canggung untuk mau minta maaf. Bersama sahabat yang seperti inilah, kita bisa bahagia bersama.
Maaf dan Terima Kasih, Kunci untuk Selalu Jadi Sahabat Selamanya
Semua orang pernah berbuat salah. Kita pun kalau berbuat salah, juga perlu meminta maaf dan mengakui kesalahan tersebut. Sehingga nantinya bisa memperbaiki keadaan jadi lebih baik. Pun jangan lupa juga untuk berterima kasih saat kita menerima sesuatu dari sahabat kita. Maaf dan terima kasih, dua ungkapan itu mungkin terlihat sepele tapi bisa begitu istimewa untuk menjaga sebuah ikatan persahabatan.
Akan Ada Masa-Masa Penuh Ujian dan Kita Perlu Menghadapinya
Persahabatan pun bisa dipenuhi oleh berbagai jenis ujian dan masalah. Konflik, perdebatan, dan pertengkaran bisa terjadi antar sahabat. Itu semua justru bisa menguatkan kalau bisa diatasi dengan baik. Memang segalanya tak sempurna. Tapi justru dari sebuah kesalahan, kita bisa belajar banyak hal. Sehingga ke depannya tak mengulang kesalahan yang sama.
Sahabat Terbaik adalah Mereka yang Selalu Ada di Dekat Kita
Terlepas dari semua, sahabat terbaik adalah mereka yang selalu ada di dekat kita. Tak meninggalkan kita saat terjatuh. Dan jadi orang pertama yang mengulurkan tangannya. Kita pun sebagai sahabat terbaik juga akan berusaha untuk selalu ada memberikan yang terbaik pada sahabat kita.
Kalau menurutmu sendiri bagaimana, Ladies? Sahabat terbaik itu yang seperti apa? Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah kita juga perlu berusaha jadi sahabat yang terbaik juga untuk mereka yang selalu ada untuk kita. Semoga kita dan sahabat-sahabat kita bisa terus bersama hingga akhir hayat, ya.
Dalam sebuah ikatan persahabatan, kita perlu menerima semua kelebihan dan kekurangan sahabat kita. Tak bisa kita menuntutnya untuk berubah atau menjadi sosok yang kita inginkan. Tak mungkin juga kita selalu menghakimi kepribadiannya.
Sahabat yang sempurna bukanlah yang tak pernah berbuat salah. Melainkan ia yang mau minta maaf kalau jelas-jelas berbuat salah. Tak egois dan maunya menang sendiri. Bagaimana pun manusia tak pernah luput dari yang namanya salah dan lupa.
Mengakui Kesalahan Bukan Tanda Kelemahan
Sebenarnya tak perlu malu untuk mengakui kesalahan. Kesalahan pun bukan tanda kelemahan. Hanya memang ada hal yang perlu diperbaiki dari kesalahan tersebut. Sahabat terbaik pun tak akan malu atau canggung untuk mau minta maaf. Bersama sahabat yang seperti inilah, kita bisa bahagia bersama.
Maaf dan Terima Kasih, Kunci untuk Selalu Jadi Sahabat Selamanya
Semua orang pernah berbuat salah. Kita pun kalau berbuat salah, juga perlu meminta maaf dan mengakui kesalahan tersebut. Sehingga nantinya bisa memperbaiki keadaan jadi lebih baik. Pun jangan lupa juga untuk berterima kasih saat kita menerima sesuatu dari sahabat kita. Maaf dan terima kasih, dua ungkapan itu mungkin terlihat sepele tapi bisa begitu istimewa untuk menjaga sebuah ikatan persahabatan.
Akan Ada Masa-Masa Penuh Ujian dan Kita Perlu Menghadapinya
Persahabatan pun bisa dipenuhi oleh berbagai jenis ujian dan masalah. Konflik, perdebatan, dan pertengkaran bisa terjadi antar sahabat. Itu semua justru bisa menguatkan kalau bisa diatasi dengan baik. Memang segalanya tak sempurna. Tapi justru dari sebuah kesalahan, kita bisa belajar banyak hal. Sehingga ke depannya tak mengulang kesalahan yang sama.
Sahabat Terbaik adalah Mereka yang Selalu Ada di Dekat Kita
Terlepas dari semua, sahabat terbaik adalah mereka yang selalu ada di dekat kita. Tak meninggalkan kita saat terjatuh. Dan jadi orang pertama yang mengulurkan tangannya. Kita pun sebagai sahabat terbaik juga akan berusaha untuk selalu ada memberikan yang terbaik pada sahabat kita.
Kalau menurutmu sendiri bagaimana, Ladies? Sahabat terbaik itu yang seperti apa? Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah kita juga perlu berusaha jadi sahabat yang terbaik juga untuk mereka yang selalu ada untuk kita. Semoga kita dan sahabat-sahabat kita bisa terus bersama hingga akhir hayat, ya.
Buta Karena Cinta
10 Tanda Kamu Dibutakan Cinta
Jatuh cinta memang menyenangkan. Banyak hal yang dapat kamu rasakan saat kamu jatuh cinta. Rasanya semua serba indah, serba menyenangkan. Tapi bukan berarti semua boleh dibenarkan. Jatuh cinta boleh saja dan sah, tapi jangan sampai kamu dibutakan oleh cinta. Well, jika jatuh cinta sudah membuat kamu buta sebaiknya kamu berhati-hati.
Jatuh cinta memang menyenangkan. Banyak hal yang dapat kamu rasakan saat kamu jatuh cinta. Rasanya semua serba indah, serba menyenangkan. Tapi bukan berarti semua boleh dibenarkan. Jatuh cinta boleh saja dan sah, tapi jangan sampai kamu dibutakan oleh cinta. Well, jika jatuh cinta sudah membuat kamu buta sebaiknya kamu berhati-hati.
Ladies, berikut adalah 10 tanda jika kamu dibutakan oleh cinta. Cek penjelasannya berikut ini agar kamu lebih berhati-hati.
- Kamu berubah menjadi orang lain. Kamu tidak lagi bisa menjadi diri kamu sendiri, kamu berusaha menjadi orang yang dicintai pasanganmu sampai lupa bahwa menjadi diri sendiri itu lebih baik.
- Kamu tidak dapat berpisah darinya. Sepanjang waktu kamu harus bersama dengannya. Sesibuk apapun kamu harus tetap bersamanya.
- Sepanjang waktu kamu merasa takut kehilangannya. Perasaan takut ini akan membuat kamu berubah menjadi posesif, yang justru membuat si dia merasa kurang nyaman.
- Apapun yang dikatakan pasangan kamu akan berusaha menurutinya, bahkan yang berbeda dengan hati nurani kamu.
- Saat kamu dibutakan cinta maka akan ada perubahan prioritas. Bagimu bersamanya adalah hal yang paling utama, tidak peduli yang lainnya termasuk sahabat bahkan keluargamu. oups!
- Menjalin satu hubungan memang tidak cukup dengan cinta saja, namun jika kamu memenuhi semua kebutuhan pasangan kamu bahkan sampai merelakan tabunganmu habis untuk memenuhi gaya hidupnya. Well, itu bukan cinta. Sebaiknya segera mengambil langkah putus sebelum kamu sakit hati.
- Hubungan kamu baik-baik saja. Tidak ada perdebatan dan pertengkaran, bukan karena hubungan kalian sehat tapi karena kamu terlalu menurut sehingga tidak ada konflik apa pun.
- Kamu menjadi sulit menerima pendapat orang lain. Menurutmu hanya pendapat pasangan yang paling benar.
- Demi bersamanya kamu rela mengesampingkan duniamu. Rela membatalkan quality time bersama sahabat hanya demi bersama si dia. Jadi jangan kaget saat duniamu hanya seputar pasangan saja.
- Hubungan yang baik memang harus saling percaya. Namun saat kamu terlalu percaya dengan apa yang dilakukan pasangan justru menjadikan hubungan kalian tidak sehat. Sehingga kamu mengabaikan pendapat orang lain.
Semua Indah Pada waktunya
Tak Ada Penantian yang Sia-Sia, Semua Akan Terjawab Pada Waktunya
Masih menantikan ia yang tak kunjung datang? Masih belum bisa menemukan tanda-tanda kapan dirinya akan datang? Masih sering tenggelam dalam perasaan dan bertanya-tanya, "Kapan aku bisa bertemu dengan jodohku."
Menanti dan menunggu datangnya jodoh memang menghadirkan rasa sakit dan perih di hati. Ketika di usia yang sudah tidak muda lagi ini kamu masih menjomblo sementara para teman sepantaran sudah pada menikah, di situ kadang kamu dilanda perasaan yang tak karuan. Ada rasa galau, gundah, dan juga perasaan cemas, "Gimana kalau aku malah jadi perawan tua?"
Menikah Bukan Soal Siapa Cepat Dia Dapat
Iya, ada rasa iri dan sedih memang saat teman-teman yang lain sudah menikah dan settled dengan kehidupan barunya. Sedangkan kamu masih saja sibuk dengan urusan ini itu dalam kesendirian. Tapi menikah memang bukan perlombaan. Bukan urusan siapa cepat, dia dapat. Semua hanya persoalan waktu yang tepat untuk masing-masing orang yang sudah siap.
Terburu-Buru Bisa Menorehkan Luka Baru
Setiap orang punya jodohnya sendiri. Waktu pertemuan dan perjumpaannya pun ada saatnya sendiri. Jika saat ini kamu sedang memperjuangkan cintamu, bersabarlah. Tak ada penantian yang sia-sia, semua hal memiliki jawabannya sendiri di saat yang paling tepat, di waktu yang sempurna. Daripada terburu-buru tapi malah berujung luka, daripada tersakiti karena menjalin hubungan dengan orang yang salah, lebih baik bersabar dalam penantian.
Teruslah Perbaiki Diri, Jodoh adalah Cerminan Diri
Teruslah perbaiki diri dan mintalah yang terbaik dari-Nya. Jodohmu adalah cerminan dirimu. Ketika sekarang kamu sedang memperbaiki diri, percayalah dia juga sedang memperbaiki dirinya. Nanti ketika kalian berdua sudah sama-sama siap, tinggal tunggu waktu untuk mempertemukan kalian berdua. Selama dalam penantian kamu berproses untuk terus memperbaiki diri, akhir cerita indah akan menyambutmu nantinya.
Dalam Penantian, Kamu Tetap Perlu Bahagia
Di suatu masa, mungkin kamu dan dia berjodoh bukan untuk jadi sepasang kekasih, tapi berjodoh sebagai orang yang saling berbagi kebahagiaan. Atau kamu mengalami dilema yang begitu dalam ketika semua orang di sekitarmu sudah melepas masa lajang mereka. Urusan jodoh tentu menjadi persoalan yang sangat penting bagi semua orang khususnya para jomblo. Tiap orang pasti ingin dapat jodoh yang terbaik. Hanya saja, jangan sampai lupa, kamu tetap perlu dan berhak bahagia dalam penantianmu, Ladies.
Sooner or later, he will come and embrace you. It's just a matter of time, right?
Masih menantikan ia yang tak kunjung datang? Masih belum bisa menemukan tanda-tanda kapan dirinya akan datang? Masih sering tenggelam dalam perasaan dan bertanya-tanya, "Kapan aku bisa bertemu dengan jodohku."
Menanti dan menunggu datangnya jodoh memang menghadirkan rasa sakit dan perih di hati. Ketika di usia yang sudah tidak muda lagi ini kamu masih menjomblo sementara para teman sepantaran sudah pada menikah, di situ kadang kamu dilanda perasaan yang tak karuan. Ada rasa galau, gundah, dan juga perasaan cemas, "Gimana kalau aku malah jadi perawan tua?"
Menikah Bukan Soal Siapa Cepat Dia Dapat
Iya, ada rasa iri dan sedih memang saat teman-teman yang lain sudah menikah dan settled dengan kehidupan barunya. Sedangkan kamu masih saja sibuk dengan urusan ini itu dalam kesendirian. Tapi menikah memang bukan perlombaan. Bukan urusan siapa cepat, dia dapat. Semua hanya persoalan waktu yang tepat untuk masing-masing orang yang sudah siap.
Terburu-Buru Bisa Menorehkan Luka Baru
Setiap orang punya jodohnya sendiri. Waktu pertemuan dan perjumpaannya pun ada saatnya sendiri. Jika saat ini kamu sedang memperjuangkan cintamu, bersabarlah. Tak ada penantian yang sia-sia, semua hal memiliki jawabannya sendiri di saat yang paling tepat, di waktu yang sempurna. Daripada terburu-buru tapi malah berujung luka, daripada tersakiti karena menjalin hubungan dengan orang yang salah, lebih baik bersabar dalam penantian.
Teruslah Perbaiki Diri, Jodoh adalah Cerminan Diri
Teruslah perbaiki diri dan mintalah yang terbaik dari-Nya. Jodohmu adalah cerminan dirimu. Ketika sekarang kamu sedang memperbaiki diri, percayalah dia juga sedang memperbaiki dirinya. Nanti ketika kalian berdua sudah sama-sama siap, tinggal tunggu waktu untuk mempertemukan kalian berdua. Selama dalam penantian kamu berproses untuk terus memperbaiki diri, akhir cerita indah akan menyambutmu nantinya.
Dalam Penantian, Kamu Tetap Perlu Bahagia
Di suatu masa, mungkin kamu dan dia berjodoh bukan untuk jadi sepasang kekasih, tapi berjodoh sebagai orang yang saling berbagi kebahagiaan. Atau kamu mengalami dilema yang begitu dalam ketika semua orang di sekitarmu sudah melepas masa lajang mereka. Urusan jodoh tentu menjadi persoalan yang sangat penting bagi semua orang khususnya para jomblo. Tiap orang pasti ingin dapat jodoh yang terbaik. Hanya saja, jangan sampai lupa, kamu tetap perlu dan berhak bahagia dalam penantianmu, Ladies.
Sooner or later, he will come and embrace you. It's just a matter of time, right?
Seseorang Yang Tak peduli Tak Layak Dinanti
Seseorang yang Tak Pernah Peduli Memang Tak Layak untuk Dinanti
Kamu pernah begitu mencintai seseorang tapi ia sama sekali tak membalas rasamu?
Atau mungkin kamu sudah menaruh harapan yang begitu tinggi padanya tapi ternyata sedetik pun ia tak pernah menganggapmu ada? Perasaan seperti ini memang sangat menyesakkan, ya,
Memang tak ada yang pernah ingin merasakan luka atau terluka karena persoalan hati. Kita semua sangat berharap bisa mendapat balasan raga cinta yang sama ketika kita mencintai seseorang. Tapi kadang pilihan yang lebih baik adalah menjauhinya.
Mungkin Dia Memang Jadi Bagian dari Sejarah Hidupmu
Seseorang bisa datang dan pergi dalam kehidupanmu. Ada yang jadi bagian takdir hidup masa depan. Tapi ada juga yang cuma bakal jadi bagian dari sejarah hidupmu. Dan seseorang yang telah menorehkan luka di hatimu, mungkin dia memang jadi bagian sejarah yang tak perlu kamu kenang terus. Kita memang bisa membuat rencana tapi terkadang tak semua kenyataan berjalan sesuai dengan harapan. Jika sudah begini, kita harus bisa berdamai dan menerima dengan seikhlas dan sekuat hati.
Melepas Jadi Cara untuk Menyembuhkan Lukamu
Tahukah kalau kamu punya hak dan kesempatan untuk selalu membuka lembaran baru? Kamu berkesempatan untuk selalu bisa membuka hati yang baru. Mungkin dulu ada seseorang yang membuatmu terluka. Hanya saja itu semua sudah jadi bagian dari masa lalu. Saatnya untuk berani melepas atau setidaknya menjauhinya, jika itu jadi cara terbaik untuk menyembuhkan luka hatimu.
Kamu Berhak Memiliki Bahagiamu
Apa iya kamu akan mengutuk segala sesuatu yang terjadi di hidupmu karena mencintai orang yang salah? Rasanya akan sangat sayang bila kamu membuat hari-harimu tak lagi istimewa hanya karena tak dapat memiliki cintanya. Jika dia bukan jodohmu, apapun yang terjadi dia akan terus menjauh darimu. Dan sebelum kamu makin terluka terlalu dalam, relakan ia pergi.
Semua Ada Waktu dan Masanya Sendiri
Mungkin kamu sudah sering sekali mendengar hal ini. Bahwa segala sesuatunya ada waktu dan masanya sendiri. Jika dia memang bukan jodohmu, maka yang harus kamu lakukan adalah merelakan dan melepaskannya. Mau dipaksa pun nantinya malah akan saling menyakiti. Sulit memang untuk menerima hal ini tapi kita bisa selalu belajar untuk mengambil hikmah dan makna dari semua yang terjadi.
Tak pernah ada yang mudah jika sudah berurusan dan berhubungan dengan persoalan hati. Segala sesuatunya bisa jadi rumit dan sulit dijelaskan. Tapi kita pasti akan mendapat akhir kisah yang terbaik dalam hidup ini.
Kamu pernah begitu mencintai seseorang tapi ia sama sekali tak membalas rasamu?
Atau mungkin kamu sudah menaruh harapan yang begitu tinggi padanya tapi ternyata sedetik pun ia tak pernah menganggapmu ada? Perasaan seperti ini memang sangat menyesakkan, ya,
Memang tak ada yang pernah ingin merasakan luka atau terluka karena persoalan hati. Kita semua sangat berharap bisa mendapat balasan raga cinta yang sama ketika kita mencintai seseorang. Tapi kadang pilihan yang lebih baik adalah menjauhinya.
Mungkin Dia Memang Jadi Bagian dari Sejarah Hidupmu
Seseorang bisa datang dan pergi dalam kehidupanmu. Ada yang jadi bagian takdir hidup masa depan. Tapi ada juga yang cuma bakal jadi bagian dari sejarah hidupmu. Dan seseorang yang telah menorehkan luka di hatimu, mungkin dia memang jadi bagian sejarah yang tak perlu kamu kenang terus. Kita memang bisa membuat rencana tapi terkadang tak semua kenyataan berjalan sesuai dengan harapan. Jika sudah begini, kita harus bisa berdamai dan menerima dengan seikhlas dan sekuat hati.
Melepas Jadi Cara untuk Menyembuhkan Lukamu
Tahukah kalau kamu punya hak dan kesempatan untuk selalu membuka lembaran baru? Kamu berkesempatan untuk selalu bisa membuka hati yang baru. Mungkin dulu ada seseorang yang membuatmu terluka. Hanya saja itu semua sudah jadi bagian dari masa lalu. Saatnya untuk berani melepas atau setidaknya menjauhinya, jika itu jadi cara terbaik untuk menyembuhkan luka hatimu.
Kamu Berhak Memiliki Bahagiamu
Apa iya kamu akan mengutuk segala sesuatu yang terjadi di hidupmu karena mencintai orang yang salah? Rasanya akan sangat sayang bila kamu membuat hari-harimu tak lagi istimewa hanya karena tak dapat memiliki cintanya. Jika dia bukan jodohmu, apapun yang terjadi dia akan terus menjauh darimu. Dan sebelum kamu makin terluka terlalu dalam, relakan ia pergi.
Semua Ada Waktu dan Masanya Sendiri
Mungkin kamu sudah sering sekali mendengar hal ini. Bahwa segala sesuatunya ada waktu dan masanya sendiri. Jika dia memang bukan jodohmu, maka yang harus kamu lakukan adalah merelakan dan melepaskannya. Mau dipaksa pun nantinya malah akan saling menyakiti. Sulit memang untuk menerima hal ini tapi kita bisa selalu belajar untuk mengambil hikmah dan makna dari semua yang terjadi.
Tak pernah ada yang mudah jika sudah berurusan dan berhubungan dengan persoalan hati. Segala sesuatunya bisa jadi rumit dan sulit dijelaskan. Tapi kita pasti akan mendapat akhir kisah yang terbaik dalam hidup ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)






