Kecubung (Daura Metel) termasuk tumbuhan jenis perdu yang mempunyai pokok
batang kayu dan tebal. Cabangnya banyak dan mengembang ke kanan dan ke kiri
sehingga membentuk ruang yang lebar. Namun demikian, tinggi dari tumbuhan
kecubung ini kurang dari 2 meter. Daunnya berbentuk bulat telur dan pada bagian
tepiannya berlekuk-lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan. Bunga kecubung
menyerupai terompet dan berwarna putih atau lembayung. Buahnya
hampir bulat yang salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan yang pendek dan melekat kuat. Buah kecubung, bagian luarnya, dihiasi duri-duri dan dalamnya berisi biji-biji kecil berwarna kuning kecoklatan. Selain Kecubung Kasihan (Datura Metel) ada juga jenis lain, yaitu Kecubung Kecil (Datura Stramonium) dan kecubung Hutan (Brugmansia Suaveolens, Humb, Bonpl, ex Wild, Bercht dan Presl). Kecubung cocok hidup di daerah dataran rendah sampai ketinggian tanah 800 meter di atas permukaan laut. Selain tumbuh liar di ladang-ladang, kecubung juga sering ditanam di kebun atau pelataran halaman rumah di pedesaan. Perbanyakan tanaman ini melalui biji dan stek.
hampir bulat yang salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan yang pendek dan melekat kuat. Buah kecubung, bagian luarnya, dihiasi duri-duri dan dalamnya berisi biji-biji kecil berwarna kuning kecoklatan. Selain Kecubung Kasihan (Datura Metel) ada juga jenis lain, yaitu Kecubung Kecil (Datura Stramonium) dan kecubung Hutan (Brugmansia Suaveolens, Humb, Bonpl, ex Wild, Bercht dan Presl). Kecubung cocok hidup di daerah dataran rendah sampai ketinggian tanah 800 meter di atas permukaan laut. Selain tumbuh liar di ladang-ladang, kecubung juga sering ditanam di kebun atau pelataran halaman rumah di pedesaan. Perbanyakan tanaman ini melalui biji dan stek.
Komposisi :
Kecubung (Datura Metel) mengandung beberapa senyawa kimia, diantaranya : hiosin, co-oksalat, zat lemak, atropin (hyosiamin) dan skopolamin. Kecubung yang berbunga putih sering dianggap paling beracun dibanding jenis kecubung lainnya yang juga mengandung zat alkaloida. Untuk itu pemakaiannya sangat hati-hati dan terbatas sebagai obat luar. Perhatian!! Apabila seseorang keracunan kecubung, usahakan jangan sampai tertidur. Dan untuk melawan keracunan tersebut adalah dengan minum kopi yang keras dan usahakan supaya menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.
Kecubung (Datura Metel) mengandung beberapa senyawa kimia, diantaranya : hiosin, co-oksalat, zat lemak, atropin (hyosiamin) dan skopolamin. Kecubung yang berbunga putih sering dianggap paling beracun dibanding jenis kecubung lainnya yang juga mengandung zat alkaloida. Untuk itu pemakaiannya sangat hati-hati dan terbatas sebagai obat luar. Perhatian!! Apabila seseorang keracunan kecubung, usahakan jangan sampai tertidur. Dan untuk melawan keracunan tersebut adalah dengan minum kopi yang keras dan usahakan supaya menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.
Nama Lokal :
Kecubung (Jawa, Sunda), Kacobhung (Madura), ; Bembe (Madura), Bulutube (Gorontalo), Taruapalo (Seram); Tampong-tampong (Bugis), Kucubu (Halmahera, Ternate); Padura (Tidore), Karontungan, Tahuntungan (Minahasa)
Kecubung (Jawa, Sunda), Kacobhung (Madura), ; Bembe (Madura), Bulutube (Gorontalo), Taruapalo (Seram); Tampong-tampong (Bugis), Kucubu (Halmahera, Ternate); Padura (Tidore), Karontungan, Tahuntungan (Minahasa)
Penyakit
Yang Dapat Diobati :
Asma, Reumatik, Sakit pinggang, Pegel linu, Bisul, Eksim
Asma, Reumatik, Sakit pinggang, Pegel linu, Bisul, Eksim
Pemanfaatan
:
1. Asma (Mengi atau Bengek)
a. Bahan: 10 lembar daun kecubung
Cara membuat: Daun kecubung diiris-iris (dirajang) dan
dijemur
sampai kering;
Cara
menggunakan: Dipakai untuk merokok
dengan bungkus
kelobot jagung.
b. Bahan: daun dan bunga
kecubung secukupnya
Cara membuat: daun
dan bunga kecubung diiris-iris (dirajang) dan
dijemur sampai
kering;
Cara menggunakan :
Dipakai untuk merokok sebagai gantinya
tembakau.
2. Reumatik
Bahan: daun kecubung dan
minyak kelapa
Cara membuat: daun kecubung
diremas-remas sampai layu,
kemudian diolesi dengan
minyak kelapa dan dipanggang di atas api;
Cara menggunakan : Dalam
keadaan hangat-hangat ditempelkan
pada bagian yang sakit.
3. Sakit pinggang/Boyok, Reumatik, Pegel-Linu, Memar dan Bisul
Bahan: 4 lembar daun
kecubung dan kapur sirih secukupnya;
Cara membuat: Kedua
Bahan tersebut ditumbuk (dipipis) sampai
halus dan dibuat adonan
sampai merata;
Cara menggunakan:
dipakai untuk bedak atau param gosok pada
bagian yang sakit.
4. Eksim
Bahan: 3 lembar daun
kecubung dan minyak kelapa;
Cara membuat: daun
kecubung ditumbuk halus, ditambah dengan
minyak kelapa, kemudian
dipanggang di atas api;
Cara menggunakan: dalam
keadaan hangat-hangat dipakai untuk
menggosok bagian badan yang kena ekzim.
No comments:
Post a Comment